calon duta bangsa yang akan datang

pasang wajah sangaar siapa takut





0
Hai sobdah lama nii gak jalan-jalan suntuk banget rasanya, apalagi setelah menghadapi baaaanyak banget maddah dalam ujian kali ini gak kebanyang deeh pokoknya hehehe #versiAlay
Nah kali ini gus bakal ngajakin kalian semua tuk menjelajah Makam salah satu nabi kita umat Islam mumpung masih di Mesir ni...^_*
Sebutan dunia untuk negara mesir sebagai ardu anbiya yang berarti buminya para nabi bukan tanpa alasan



0
Mesir jaman pra Islam adalah wilayah yang paling berharga dalam Kerajaan timur Romawi. Mesir adalah keranjang roti Roma nomor dua setelah Konstantinopel. Tanahnya subur dan sumber ekspor gandum, jagung, anggur, minyak, tekstil, gelas, kosmetik dan obat-obatan. Pada saat invasi Arab, jumlah penduduk Koptik diperkirakan sekitar 9 juta jiwa.

Mesir sebelum invasi Islam bukanlah Negara Arab, Kebanyakan dari kita menyamakan orang Mesir dengan negara-negara Arab linnya. Mohammed Atta, pemimpin serangan 9/11 adalah orang Mesir yang memimpin sekelompok teroris Arab. Demikian pula dengan Yasser Arafat yang lahir di Kairo, yang membohongi dunia dengan pengakuannya sebagai orang Palestinia. Bandit-bandit ini dan jutaan orang Mesir sekarang menganggap diri sebagai orang Arab. Mereka tidak sadar bahwa mereka adalah hasil Arabisasi akibat invasi Arab pada abad ke 7 yang menghancurkan Bizantin yang pada saat itu menguasai Mesir. 

Orang Mesir adalah keturunan Firaun yang mendirikan peradaban kuno Mesir di sepanjang lembah Nile dan membangun kota-kota cantik seperti Luxor, Memphis, Karnak dan Thebes. 
Firaum seperti Ramses, Nefertiti mendirikan pyramid megah yang menyimpan misteri alam semesta yang dibangun sesuai dengan konstelasi bintang-bintang.

Agama orang Mesir kuno didasarkan pada animisme dan kepercayaan nenek moyang turun-temurun, sebagaimana juga orang Yunani-Romawi, Hindus, Mesoamerican dsb. 
Mulai abad ke 6 SM sampai abad 4 M, Mesir dikuasai raja Persia dari dinasti Achemenia, Hakkamanishiya. Orang Persia adalah Zoroastrian, tetapi mereka tidak mencampuri urusan keagamaan orang Mesir.

Pada abad ke 4, Persia dijatuhkan oleh Panglima Yunani, Alexander, yang kemudian mendirikan kota Alexandria di Delta Nile, sebagai pelabuhan masuk bagi orang Yunani yang berlayar lewat Laut Mediteran. Bahkan kekuasaan raja Yunani di bawah Ptolemys dalam 3 abad berikutnya tidak mengusik agama orang Mesir. Rakyat Mesir tetap dibiarkan memuja dewa-dewa mereka, dewa matahari, Ra atau Amon Ra, Horus, dewa langit yang memiliki kepala seperti burung gagak dan bertubuh manusia, dsb. 

Pada tahun ke 1 Masehi, Mesir menjadi bagian dari kerajaan Romawi di bawah Julius Caesar setelah bunuh dirinya ratu Cleopatra. Namun orang Romawipun tidak mempedulikan kepercayaan penduduk asli. Jadi setelah berbagai invasi oleh Persia, Yunani, Romawi, agama Mesir tetap bertahan sebagai agama unik dan orijinal. Hanya setelah kaisar Romawi, Konstantin memeluk agama Kristen pada abad ke 4 M, rakyat Mesir mulai memeluk Kristen. Saat Muslim Arab menginvasi Mesir, penduduk asli Mesir seluruhnya Kristen, walau bekas-bekas agama lama masih sangat kuat dan mempengaruhi ritual Kristen.

Orang Mesir menganggap diri bangsa Hamitik, berbeda dengan orang Arab yang termasuk bangsa Semitik. Bangsa Hamitik terdiri dari bangsa Mesir, Nubia (Sudan), Abyssinia (Ethiopia), Somali dan Masai (Kenya dan Tanzania). Kebudayaan kuno Mesir oleh karena itu juga TIDAK disebut sebagai peradaban Arab dan para firaun juga tidak dianggap sebagai raja-raja Arab.

Sifat Arab hanya nampak setelah invasi Arab th 639-641M. Arab-lah yang memberi nama ‘Koptik’ pada penduduk asli Mesir. Copt adalah kata Inggris yang berasal dari kata Arab ‘Gibt’ atau ‘Gypt’ dari kata Yunani ‘Egyptos’ atau Egypt. Kata Yunani ‘Egyptos’ berasal dari kata Mesir kuno ‘Ha-Ka-Ptah’ atau kuil dewa Ptah, salah satu dewa utama Mesir. Kata Copt atau Coptic berarti Egyptian/orang Mesir, namun sekarang, penduduk muslim Mesir memanggil diri Arab dan kata Copt atau Coptic merujuk pada penduduk Kristen Mesir.














1